Selasa, 13 Oktober 2026

Sejarah Masjid

Bagikan
Ekosistem

Perkembangan positif.

Nature, in the common sense, refers to essences unchanged by man; space, the air, the river, the leaf. Art is applied to the mixture of his will with the same things, as in a house, a canal, a statue, a picture.

But his operations taken together are so insignificant, a little chipping, baking, patching, and washing, that in an impression so grand as that of the world on the human mind, they do not vary the result.

Matahari tenggelam melalui hutan lebat.
Kincir angin berdiri di hamparan rumput, berlatar langit biru.
Matahari bersinar di atas punggung bukit yang mengarah ke pantai. Di kejauhan, sebuah mobil melaju di jalan.

Tidak diragukan lagi, kita tidak memiliki pertanyaan untuk ditanyakan yang tidak dapat dijawab. Kita harus memercayai kesempurnaan dari proses sebuah karya, dengan percaya bahwa semua keingintahuan tentang susunan banyak hal yang terbangun dalam pikiran sudah cukup memuaskan. Semua di dalam pikiran setiap orang ibarat sebuah solusi dalam bentuk hieroglif untuk banyak pertanyaan yang mungkin akan ajukan.

Temukan berbagai peluang.

Menjelajahi permadani kehidupan yang rumit, pilihan-pilihan yang ada mengungkap rute menuju hal yang luar biasa, yang membutuhkan inovasi, rasa ingin tahu, dan keberanian untuk perjalanan yang sangat memuaskan.

Masjid Baiturrohim Cingebul
Wanasari, Cingebul, Kec. Lumbir, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53177
Luas Area2880 m2
Luas Bangunan200 m2
Status LokasiWakaf
Tahun Berdiri1965
  • Selamat datang di Masjid Baiturrohim Cingebul: Mari ramaikan Pembacaan Maulid Al-Barzanji setiap Selasa malam setelah Salat Isya Kunjungi Kami